Pengembangan kemampuan MA dalam pencapaian SKL, terutama SKL-MP dan
SK & KD (standar isi) banyak tergantung pada political will (kemauan
politis) dari kepala Madrasah. Karena itu, bagi MA yang belum memenuhi standar
atau MA yang berada sejajar dengan standar, perlu melakukan hal-hal sebagai
berikut ; (1) kepala Madrasah perlu
mendorong dan memfasilitasi para guru untuk bergabung dengan MA se KKM (Kelomok
Kerja Madrasah) atau dengan MA/SMA lain yang lebih maju dalam mengembangkan
silabus mata pelajaran baik melalui kegiatan MGMP, PKG atau lainnya.
(2) meningkatkan kemampuan guru (melalui pelatihan-pelatihan dan
pengembangan) untuk dapat melaksanakan
proses pembelajaran secara kreatif dan inovatif; (3) kepala Madrasah berusaha memperlengkapi
dan meningkatkan jumlah dan kualifikasi guru, jumlah dan kualitas ruang kelas, jumlah
dan kualitas buku pelajaran, dan jumlah/kualitas fasilitas pendidikan lainnya;
(4) mengembangkan indikator-indikator pencapaian kompetensi dasar serta kriteria
ketuntasan belajar minimal (KKM) masing-masing mata pelajaran; (5) mengembangkan
program pembelajaran remedial dan pengayaan.
Bagi MA yang
berada di atas standar,maka kepala Madrasah perlu memberikan
Pelayanan pendidikan bermutu dengan cara melakukan hal-hal berikut :
(1) mengembangkan kemampuan guru dalam pembelajaran yang berbasis
multiple-intelegence; (2) meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan
penelitian terhadap pendekatan pembelajaran yang paling efektif; (3)
mendayagunakan sumber-sumber pendidikan
secara optimal, meningkatkan perpustakaan secara optimal; (4) menambah anggaran
dan dukungan fasilitas pendidikan dari sumber masyarakat; (5)
mengembangkan program pembelajaran
akselerasi; (6) menularkan berbagai kemampuannya kepada MA lain yang belum
memenuhi standar isi atau MA yang berada sejajar dengan standar isi; dan (7)
meningkatkan kualitas pendidikannya menjadi Madrasah yang berstandar
internasional.
Adapun untuk
mengembangkan SKL-MP serta SK dan KD (standar isi) dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut:
1.
Subject Centered Desaign, yakni
dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada
sistematisasi disiplin ilmu (batang tubuh keilmuan) masing-masing atau
urutan-urutan pembahasan yang terdapat dalam
suatu mata pelajaran.
2.
Learner Centered Desaign, yakni
dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada kebutuhan
dan minat peserta didik secara
individual dan menekankan prosedur pemecahan masalah.
Problem
Centered Design, yakni dalam
pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada problem
atau isu-isu aktual dalam kehidupan yang perlu dipecahkan oleh para peserta
didik dalam rangka peningkatan kesejah teraan masyarakat.






0 komentar:
Posting Komentar