Pages

Kamis, 18 Oktober 2012

STANDAR KOMPETENSI


Pengembangan kemampuan MA dalam pencapaian SKL, terutama SKL-MP dan SK & KD (standar isi) banyak tergantung pada political will (kemauan politis) dari kepala Madrasah. Karena itu, bagi MA yang belum memenuhi standar atau MA yang berada sejajar dengan standar, perlu melakukan hal-hal sebagai berikut ;  (1) kepala Madrasah perlu mendorong dan memfasilitasi para guru untuk bergabung dengan MA se KKM (Kelomok Kerja Madrasah) atau dengan MA/SMA lain yang lebih maju dalam mengembangkan silabus mata pelajaran baik melalui kegiatan MGMP, PKG atau lainnya.
(2) meningkatkan kemampuan guru (melalui pelatihan-pelatihan dan pengembangan) untuk dapat  melaksanakan proses pembelajaran secara kreatif dan inovatif;  (3) kepala Madrasah berusaha memperlengkapi dan meningkatkan jumlah dan kualifikasi guru, jumlah dan kualitas ruang kelas, jumlah dan kualitas buku pelajaran, dan jumlah/kualitas fasilitas pendidikan lainnya; (4) mengembangkan indikator-indikator pencapaian kompetensi dasar serta kriteria ketuntasan belajar minimal (KKM) masing-masing mata pelajaran; (5) mengembangkan program pembelajaran remedial dan pengayaan.

             Bagi MA yang berada di atas standar,maka kepala Madrasah perlu memberikan
Pelayanan pendidikan bermutu dengan cara melakukan hal-hal berikut : (1) mengembangkan kemampuan guru dalam pembelajaran yang berbasis multiple-intelegence; (2) meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan penelitian terhadap pendekatan pembelajaran yang paling efektif; (3) mendayagunakan  sumber-sumber pendidikan secara optimal, meningkatkan perpustakaan secara optimal; (4) menambah anggaran dan dukungan fasilitas pendidikan dari sumber masyarakat; (5) mengembangkan  program pembelajaran akselerasi; (6) menularkan berbagai kemampuannya kepada MA lain yang belum memenuhi standar isi atau MA yang berada sejajar dengan standar isi; dan (7) meningkatkan kualitas pendidikannya menjadi Madrasah yang berstandar internasional.

             Adapun untuk mengembangkan SKL-MP serta SK dan KD (standar isi) dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1.      Subject Centered Desaign, yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada sistematisasi disiplin ilmu (batang tubuh keilmuan) masing-masing atau urutan-urutan pembahasan yang terdapat dalam  suatu mata pelajaran.
2.      Learner Centered Desaign, yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada kebutuhan dan minat peserta didik secara  individual dan menekankan prosedur pemecahan masalah.
Problem Centered Design, yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari atau didasarkan pada problem atau isu-isu aktual dalam kehidupan yang perlu dipecahkan oleh para peserta didik dalam rangka peningkatan kesejah teraan masyarakat.

0 komentar: